BPNNEWS.CO | TANGERANG,— Hari pertama kegiatan CEREMONY FORNAS VII NTB, cabang panahan tradisional tingkat nasional tahun 2025 disambut penuh suka cita oleh peserta panahan di berbagai PANAHAN TRADISIONAL WALET BASURA NUSANTARA. Tak terkecuali di NTB STADION TURIDE/17 DES KOTA MATARAM, suasana hangat dan penuh semangat begitu terasa saat menyambut peserta panahan, Sabtu (26/07/2025).

Sebagai event CEREMONY FORNAS VIII NTB, CABANG PANAHAN TRADISIONAL WALET BASURA NUSANTARA kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan potensi terbaik. Di hari pertama ini, seluruh peserta perwakilan dari provinsi banten mulai mengikuti kegiatan di NTB STADION TURIDE/17 DES KOTA MATARAM. Kehadiran mereka disambut hangat oleh ketua-ketua provinsi banten yang mengurus kegiatan, menciptakan suasana yang penuh semangat dan suka cita pagi hari.
Kehadiran para ketua yang turut mengantar buah hati mereka menambah suasana haru dan penuh makna. Momen ini menjadi tonggak awal perjalanan perlombaan bagi peserta, yang disambut dengan penuh kasih sayang oleh para ketua pengurus.
Salah satunya adalah dari ketua kormi Tangsel Zulfa tungki setiawati,Ketua umum wbn Bunda ully,Ketua wbn tangsel Taofik. Dari Media bpnnews.co. yang turut memulai hari pertamanya perlombaan para peserta. Salah satunya adlina sendiri merupakan jebolan dari SMA muhammadiyah tangsel — lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di kawasan tangsel dan dikenal aktif dalam menanamkan nilai-nilai kemandirian dan karakter positif sejak dini.
Momentum ini tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan, tidak hanya bagi sang anak, tetapi juga sebagai simbol nyata dukungan keluarga media terhadap dunia panahan.
“Selamat datang dan selamat menempuh perjalanan ajang perlombaan yang penuh makna untuk seluruh peserta panahan provinsi banten di tahun 2025. Hari ini adalah langkah awal menuju masa depan yang gemilang. Gunakan semangat baru ini untuk terus berjuang, belajar, dan berprestasi,” ucap Redaksi Media bpnnews.co.
Redaksi juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para peserta panahan, terutama ketua-ketua di kota tangerang selatan dan juga provinsi banten, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak bangsa.
“Tanpa lelah, dengan penuh kasih sayang dan dedikasi, para ketua tangsel dan banten setiap hari menjadi lentera pertama bagi anak-anak kita dalam memahami dunia panahan tradisional nusantara. Mereka bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembimbing, pelindung, dan inspirasi. Terima kasih atas jasa dan ketulusan yang tak terbalas.”
Memasuki tahun perlombaan baru ini, mari bersama-sama mendukung semangat berjuang anak-anak Indonesia, dan terus memuliakan peran ketua sebagai pilar penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.
(Red/Saipul)

















Respon (2)