WWW.BPNNEWS.CO | JAKARTA,— Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah sopir truk di kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, siang tadi berakhir dengan pembubaran paksa oleh pihak kepolisian. Para demonstran yang menuntut penundaan kebijakan zero over dimension over loading (ODOL) dinilai telah mengganggu ketertiban dan melumpuhkan arus lalu lintas di area strategis pusat ibu kota.
Situasi memanas ketika para sopir memarkirkan truk mereka dan menutup penuh Jalan Medan Merdeka Selatan dengan meletakkan dua buah keranda sebagai simbol protes. Sebelumnya, arus kendaraan masih sempat mengalir di satu lajur. Namun, sejak sekitar pukul 14.09 WIB, seluruh ruas jalan di kawasan tersebut diblokade total.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, yang berada di lokasi, sempat memberikan imbauan tegas kepada para pengunjuk rasa untuk segera membubarkan diri.
“Kami sudah mencoba memfasilitasi aspirasi rekan-rekan. Tapi yang terjadi justru kalian menutup jalan sepenuhnya, mengganggu ketertiban umum. Segera kembali ke kendaraan masing-masing dan hentikan aksi,” tegas Susatyo sekitar pukul 14.20 WIB.
Setelah imbauan tersebut, salah satu orator dari pihak demonstran merespons dengan menginstruksikan rekan-rekannya agar kembali ke kendaraan dan bersiap untuk membubarkan diri sambil berkonvoi.
Aksi pemblokiran jalan tersebut dipicu oleh kegagalan proses negosiasi antara perwakilan sopir truk dengan pihak Kementerian Perhubungan. Ketika negosiasi dinyatakan tidak menemui titik temu, massa kemudian mengambil langkah blokade total sebagai bentuk kekecewaan.
Petugas kepolisian berupaya mengendalikan situasi dengan menyingkirkan benda-benda yang menghalangi jalan, termasuk keranda yang diletakkan di depan Menara Danareksa. Dalam proses tersebut sempat terjadi aksi saling dorong antara petugas dan sejumlah peserta aksi.
“Kordinator lapangan harus bertanggung jawab, kalau tidak, aksi ini akan kami hentikan sepenuhnya,” ujar Kombes Susatyo kembali menegaskan.
Dalam pembubaran tersebut, aparat juga mengamankan salah seorang dari massa aksi. Namun hingga berita ini diturunkan, identitas dan alasan penahanan individu tersebut belum diketahui secara pasti.
(Redaksi — Tommi Zakaria)
















